PENGUNGKAPAN DAN SARANA INTERPRETIF
PENGUNGKAPAN DAN SARANA INTERPRETIF
PENGUNGKAPAN
Secara konseptual, pengungkapan merupakan bagian integral dari pelaporan keuangan. Secara teknis, pengungkapan merupakan langkah akhir dalam proses akuntansi yaitu penyajian informasi dalam bentuk seperangkat penuh statemen keuangan. Pengungkapan sering juga dimaknai sebagai penyediaan informasi lebih dari apa yang disampaikan dalam bentuk statemen keuangan formal.
SIAPA YANG DITUJU
Rerangka konseptual telah menetapkan bahwa investor dan kreditor merupakan pihak yang dituju oleh pelaporan keuangan sehingga pengungkapan ditujukan terutama untuk mereka. Oleh karena itu, pengungkapan menuntut lebih dari sekadar pelaporan keuangan tetapi meliputi pula penyampaian informasi kualitatif atau non kualitatif.
FUNGSI ATAU TUJUAN PENGAKUAN
Secara umum tujuan pengakuan adalah menyajikan informasi yang dipandang perlu untuk mencapai tujuan pelaporan keuangan dan untuk melayani berbagai pihak yang mempunyai kepentingan berbeda-beda.
TUJUAN MELINDUNGI
Tujuan melindungi dilandasi oleh gagasan bahwa tidak semua pemakai cukup canggih sehingga pemakai yang naif perlu dilindungi dengan mengungkapkan informasi yang mereka tidak mungkin memperolehnya atau tidak mungkin mengolah informasi untuk menangkap substansi ekonomik yang melandasi suatu pos statemen keuangan.
TUJUAN INFORMATIF
Tujuan informatif dilandasi oleh gagasan bahwa pemakai yang dituju sudah jelas dengan tingkat kecanggihan tertentu. Tujuan ini biasanya melandasi penyusunan standar akuntansi untuk menentukan tingkat pengungkapan.
TUJUAN KEBUTUHAN KHUSUS
Tujuan ini merupakan gabungan dari tujuan perlindungan publik dan tujuan informatif.
KELUASAN DAN KERINCIAN PENGUNGKAPAN
Evans mengidentifikasi tiga tingkatan pengakuan yaitu:
1. Tingkat memadai adalah tingkat minimum yang harus dipenuhi agar statemen keuangan secara keseluruhan tidak menyesatkan untuk kepentingan pengambilan keputusan yang diarah.
2. Tingkat wajar adalah tingkat yang harus dicapai agar semua pihak mendapat perlakuan atau pelayanan informasional yang sama.
3. Tingkat penuh menuntut penyajian secara penuh semua informasi yang berpaut dengan pengambilan keputusan yang diarah.
PENGUNGKAPAN WAJIB DAN SUKARELA
Pengungkapan sukarela adalah pengungkapan yang dilakukan perusahaan di luar apa yang diwajibkan oleh standar akuntansi atau peraturan badan pengawas.
REGULASI PENGUNGKAPAN
Mempercayakan pengungkapan sepenuhnya kepada manajemen sama saja dengan menyerahkan penyediaan informasi kepada pasar. Beberapa argumen mendukung perlunya regulasi dalam penyediaan informasi. Alasan tersebut adalah penyalahgunaan, eksternalitas, asimetri informasi dan keengganan manajemen.
Untuk tujuan pelaporan keuangan, Hendriksen dan Van Breda menunjukkan beberapa pos statemen atau jenis informasi yang memerlukan pengungkapan yaitu:
1. Penjelasan kualitatif atau deskriptif terhadap data kuantitatif yang tertuang dalam statemen keuangan tradisional.
2. Prakiraan keuangan.
3. Kebijakan akuntansi.
4. Perubahan akuntansi.
5. Peristiwa pascastatemen.
6. Segmen usaha.
BERBAGAI PROPOSAL
William mengusulkan suatu model pengungkapan yang disebut model pelaporan alternatif lima lapis yaitu;
1. Pos-pos yang memenuhi kriteria pengakuan yang sama dengan model yang sekarang berlaku (model statement keuangan sebagai ciri sentral).
2. Pos-pos yang memenuhi kriteria pengakuan tetapi bermasalah dalam hal reliabilitas pengukuran seperti nilai merek dagang.
3. Pos-pos yang tidak begitu memenuhi kriteria reliabilitas dan definisi seperti misalnya kepuasan konsumen.
4. Pos-pos yang memenuhi kriteria pengukuran, keterandalan, dan keberpautan tetapi tidak memenuhi definisi elemen seperti angka sensitivitas-risiko.
5. Pos-pos yang tidak memenuhi definisi elemen dan juga tidak dapat diukur secara terandalkan seperti kapital intelektual karyawan.
METODA PENGUNGKAPAN
Metoda pengungkapan berkaitan dengan masalah bagaimana secara teknis informasi disajikan kepada pemakai dalam satu perangkat statemen keuangan beserta informasi lain yang berpaut. Informasi yang dapat disajikan dalam pelaporan keuangan antara lain pos statemen keuangan, catatan kaki, penggunaan istilah teknis, penjelasan dalam kurung, lampiran, penjelasan auditor dalam laporan auditor, dan komunikasi manajemen dalam bentuk surat atau pernyataan resmi.
SARANA INTERPRETIF
Pelaporan keuangan pokok adalah pelaporan yang langsung ditentukan oleh standar akuntansi atas dasar pertimbangan keterandalan dan keberpautan. Rerangka pokok juga diperlukan untuk membatasi tanggung jawab auditor dalam menetapkan kewajaran statemen keuangan.
TATARAN IMPLEMENTASI
1. Kos dan nilai kos.
2. Argumen pendukung.
3. Argumen penyanggah.
4. Revisi kos fasilitas fisis.
5. Alasan pendukung revisi. Berikut ini adalah beberapa alasan yang sering diajukan untuk mendukung revisi antara lain:
a. Distorsi informasi ekonomik.
b. Distorsi akumulasi dana penggantian.
6. Argumen penyanggah. Paton dan Littleton memberi argumen untuk menolak rivisi kos historis fasilitas fisis yaitu: revisi terus menerus tidak praktis, hasil penilaian tidak meyakinkan, depresiasi bukan akumulasi dana.
PENGURANGAN NIALI BUKU FASILITAS FISIS
Berkaitan dengan revisi kos fasilitas fisis adalah pengurangan atau penghapusan sebagian kos atau niali buku karena alasan teknis atau ekonomik tertentu dan buakn semata-mata karena penurunan harga atau devaluasi. Pengurangan dapat dilakukan kalau suatu kondisi menyebabkan terjadinya penurunan kemampuan aset untuk mendatangkan laba aatau kas di masa datang.
KONVERSI KOS KE RUPIAH DAYA BELI
Karena daya beli dianggap stabil, rerangka akuntansi pokok atas dasar kos historis sering disangkal manfaatnya. Hal ini didasarkan pada kenyataan bahwa satuan uang sebagai pengukur bahan olah akuntansi tidak stabil daya belinya. Artinya, kos tercatat yang merupakan jumlah rupiah kesepakatan akan beda dalam dua titik waktu yang berbeda kalau dinyatakan dalam tingkat harga umum yang berlaku pada dua waktu tersebut.
Komentar
Posting Komentar