RERANGKA KONSEPTUAL---SUATU MODEL

 Tujuan Pelaporan Keuangan

     Tujuan dari pelaporan keuangan adalah kea rah mana segala upaya, tindakan dan pertimbangan dicurahkan. Tujuan pelaporan keuangan menentukan konsep-konsep dan prinsip-prinsip yang relevan yang akhirnya menentukan bentuk, isi, jenis dan susunan statemen keuangan.

     Tujuan penyediaan informasi keuangan yaitu:

1. Menyediakan informasi untuk sehimpunan pemakai umum yang mempunyai bermacam-macam kepentingan keputusan.

2. Menyediakan informasi untuk kelompok pemakai tertentu yang mempunyai kepentingan tertentu yang diketahui.

Aspek Sosial Tujuan Pelaporan

     Tujuan kegiatan masyarakat/sosial dibedakan menjadi 3 macam yaitu: 

1. Tujuanfungsional

     Tujuan fungsional adalah tujuan masyarakat atau organisasi secara keseluruhan tanpa memperhatikan tujuan/motivasi masing-masing individual didalamnya. Sebagai kegiatan sosial, tujuan fungsional akuntansi dapat ditetapkan misalnya untuk:

a. Mengalokasikan sumber daya manusia secara efisien.

b. Membantu perusahaan untuk dapat memperoleh dana untuk ekspansi.

c. Membantu pemerintah untuk menarik pajak secara adil dan efisien.

d. Membantu para manajer dalam keputusan investasi.

e. Mempertanggungjawabkan pengelolaan keuangan negara.

f. Memfasilitasi fungsi dan pengadilan sosial.

g. Mengarahkan perilaku manajer untuk mengambil keputusan yang selaras dengan tujuan sosial dan ekonomik negara.

h. Mengurangi atau mencegah konflik kepentingan antar manajer, auditor dan pemegang saham.

2. Tujuan Bersama

     Tujuan Bersama adalah satu atau beberapa (subhimpunan) tujuan individual yang sama dengan tujuan individual lainnya. Tujuan bersama ditentukan dengan mengidentifikasi tujuan individual terlebih dahulu kemudian baru memilih tujuan individual yang sama untuk dijadikan tujuan kegiatan sosial.

     Penentuan tujuan sosial akuntansia atas dasar tujuan bersama merupakan proses yang sangat kompleks karena dalam kenyataannya terdapat berbagai kelompok pemakai yang tujuannya berbeda serta model pengambilan keputusan tiap kelompok uyang sulit diidentifikasi.

3. Tujuan Kelompok Dominan

     Tujuan kelompok domianan adalah tujuan dari beberapa kelompok individual yang dominan dalam suatu kegiatan masyarakat yang bersangkutan. Harapan dari tujuan kelompok dominan adalah adanya keselarasan antara tujuan kelompok dominan dengna tujuan kelompok non dominan.

Konteks Lingkungan Tujuan Pelaporan 

     Tujuan pelaporan keuangan FABS didasarkan atas lingkungan ekonomik, hukum, politis dan sosial di Amerika. Ciri-ciri lingkungan penerapan di amerika adalah:

a. Sistem ekonomi pasar yang maju.

b. Sistem produksi, keuangan dan perbankan yang canggih.

c. Pemisahan antara pemilikan dan manajemen kegiatan, perusahaan dijalankan melalui badan usaha milik investor.

d. Pasar modal sebagai sarana pemenuhan modal utama selain lembaga keuangan.

e. Pemilikan pribadi sumber ekonomi diakui dan dilindungi pemerinyah.

f. Pemerintah membantu kegiatan bisnis dan ekonomik.

g. Relabilitas satau kredibilitas informasi dalam pelaporan keuangan dicapai melalui pengauditan oleh auditor independen.

Tujuan Pelaporan Entitas Nonbisnis

     FASB berargumen bahwa karakteristik kategori bisni dan nonbisnis mengandung persamaan dan perbedaan tetapi tidak perlu dua rerangka konseptual terpisah untuk masing-masing kategori organisasi. FASB mempertimbangkan organisasi nonbisnis diantaranya:

a. Unit-unit kepemerintahan.

b. Organisasi amal dan keagamaan.

c. Institusi sosial.

d. Organisasi swasta nonprofit.

     Ciri-ciri nonbisnis menurut FASB yaitu:

a. Penerimaan sumber ekonomik yang cukup besar dari penyadiaan dana yang tidak mengharapkan untuk menerima imbalan atau manfaat yang proporsional dengan sumber ekonomik yang diserahkan.

b. Tujuan operasi selain menyediakan/menjual barang dan jasa untuk mendatangkn laba atau setara laba.

c. Tidak terdapatnya hak pemilikan dengan proporsi tertentu/pasti yang dapat dijual, dipindahtangankan, ditarik atau mengandung hak yuridis atas bagian dari sisa kekayaan dalam hal organisasi dilikuidasi/dibubarkan.

Nilai Informasi

     Informmasi dikatakan mempunyai nilai apabila informasi tersebut:

a. Menambah pengetahuan pembuat keputusan tentang keputusannya dimasa lalu, sekarang dan yang akan datang.

b. Menambah keyakinan para pemakai mengenai probabilitas terealisasinya suatu harapan dalam kondisi ketidakpastian.

c. Mengubah keputusan atau perilaku para pemakai.

     Karakteristik dan unsur-unsur pembentuk kualitas informasi antara lain:  

a. Keterpahamian adalah kemampuan informasi untuk dapat dicerna maknanya oleh pemakai.

b. Keberpautan adalah kemampuan informasi untuk membnatu pemakai dalam membedakan beberapa alternatif keputusan sehingga pemakai dapat dengan mudah menentukan pilihan.

c. Keterandalan adalah kemampuan informasi untuk memberikan keyakinan bahwa informasi tersebut benar atau valid.

Ketepatan Penyimbolan

     Ketepatan penyimbolan adalah kesesuaian atau kecocokan antara pengukur atau deskripsi dan fenomena yang diukur atau dideskripsi.

Elemen-elemen statemen keuangan

     Elemen-elemen statemen keuangan diantaranya:

a. Aset.

b. Kewajiban.

c. Ekuitas atau aset bersih.

d. Investasi oleh pemilik.

e. Distribusi ke pemlik.

f. Laba komprehensif.

g. Pendapatan.

h. Biaya.

i. Untung.

j. Rugi.

k. Aliran kas dari kegiatan operasi.

l. Aliran kas dari kegiatan investasi.

m. Aliran kas dari kegiatan pendanaan.

n. Perubahan Posisi Keuangan

     Aset, kewajiaban dan ekuitas sebagai elemen posisi keuangan dapat berubah yang diakibatkan oleh tiga hal yaitu kejadian, keadaan dan transaksi. Kejadian adalah terjadinya suatu perkara yang mempunyai konsekuensi terhadap suatu entitas. Keadaan adalah suasana atau seperangkat kondisi yang berkembang dari suatu kejadian yang berkulminasi pada situasi yang tak terduga. Transaksi adalah salah satu bentuk kejadian eksternal yang melibatkan transfer sesuatu yang bernilai antara dua entitas atau lebih. Perubahan posisi keuangan akibat tiga hal dapat dikategorikan menjadi tiga antara lain:

a. Semua perubahan dalam aset dan kewajiban yang tidak dibarengi dengan perubahan dalam ekuitas.

b. Semua perubahan dalam aset atau kewajiban yang dibarengi dengan perubahan dalam ekuitas.

c. Perubahan ekuitas yang tidak melibatkan aset atau kewajiban.

Prinsip-Prinsip Umum

     Prinsip umum yang menjadi pedoman dalam mengukur aset dan kewajiban antara lain:

a. Sedapat-dapatnya, aliran kas estimasian dan tingkat Bungan harus merefleksikan asumsi-asumsi tentang kejadian dan ketidak pastian masa akan datang yang dipertimbangkan dalam memutuskan apakah memperoleh atau tidak suatu aset dalam suatu transaksi tunai yang bebas.

b. Tingkat bunga yang digunakan untuk mendiskun aliran kas harus merefleksi asumsi-asumsi yang konsisten dengan asumsi-asumsi yang melekat pada aliran kas estimasian agar pengaruh asumsi tidak berganda atau malahan terbalikkan.

b. Aliran kas estimasian dan tingkat bunga harus bebas dari bias dan faktor yang tidak berkaitan dengan aset atau kewajiban yang bersangkutan.

d. Aliran kas estimasian dan tingkat bunga harus merefleksi kisar munculan yang mungkin terjadi daripada jumlah rupiah tunggal paling boleh jadi, minimum atau maksimum. 

Komentar